Betawi=Mambet Ta(w)i- Soal Asal-Usul Kata Betawi

13 Mar

Sewaktu kecil, saya pernah mendengar cerita  bahwa kata Betawi berasal dari bahasa Jawa. Terlepas cerita itu benar atau tidak, saya ingin bagikan kepada pembaca sekalian.  Cerita ini berawal, saat Sultan Agung, raja termahsyur Mataram Islam, menyerang kota Batavia yang kala itu dikuasai  Belanda. Memang dalam sejarah nasional, tercatat 2 kali pasukan Mataram menyerang kota yang sering berubah-ubah namanya ini. Serangan pertama dilakukan tahun 1628,dengan membawa 10.000 prajurit. Sedangkan serangan kedua, terjadi tahun 1629, dengan 14.000 prajurit. Pada serangan pertama, pasukan Mataram pontang-panting karena kekurangan bekal. Sementara pada serangan kedua, Sultan Agung mengantisipasi kekurangan bekal itu dengan membuat lumbung-lumbung padi di sepanjang jalan menuju Batavia. Namun Belanda berhasil membakar sebagian lumbung padi. Meskipun begitu, Pasukan Mataram mencatat keberhasilan sendiri  dalam serangan kedua ini, yaitu dengan membendung Sungai Ciliwung. Akibatnya,  penduduk kota kekurangan air dan banyak menderita penyakit kolera. Nah asal usul kata Betawi konon berasal dari sini.

Dalam masa pengepungan ini, tentara Belanda yang berada di Benteng Holandia dan benteng lainnya, kekurangan amunisi peluru meriam. Sementara itu, tentara Sultan Agung terus mengepung dan memborbardir pertahanan mereka. Tidak kurang akal,  Belanda akhirnya mengganti peluru meriam dengan kotoran manusia. Maka ketika ditembakan kea rah pasukan Sultan Agung, baunya ke mana-mana. Kontan mereka langsung berkata mambet tai. Mambet merupakan bahasa halus (krama) dari mambu, yang artinya bau. Jadi artinya bau tai. Dari situlah kemudian kata betawi muncul. Bet tai, bet tai, jadi Betawi.

Tapi ada juga versi lain yang mengatakan bahwa Betawi berasal dari kata Batavia. Karena penduduk asli sulit mengucap kata Batavia, lidahnya terpleset menjadi Betawi. Entahlah, versi mana yang benar. Tapi yang jelas, kota Batavia sendiri menyimpan sejarah dan menjadi tersibuk sejak jaman dahulu. Namanya pun selalu berganti sesuai yang menguasai.  Jaman dahulu Sunda Kelapa, setelah dikuasai Fatahillah jadi Jayakarta. Fatahillah kalah, dan dikuasai Belanda ganti Batavia. Belanda kalah oleh Jepang, nama kota ini pun berubah menjadi Jacatra, sampai akhirnya berubah menjadi Jakarta.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: